BAB II
PEMBAHASAN
PROSPEK CERAH BISNIS KAKAO (COKLAT)
A. Kakao Sebagai Salah Satu Komoditi Ekspor Di Indonesia.
Kakao merupakan salah satu komoditas perkebunan yang peranannya cukup penting bagi perekonomian nasional, khususnya sebagai penyedia lapangan kerja, sumber pendapatan dan devisa negara. Di samping itu, kakao juga berperan dalam mendorong pengembangan wilayah dan pengembangan agroindustri.
Seiring dengan terus meningkatnya permintaan pasar terhadap kakao, maka perlu dilakukan usaha untuk meningkatkan ekspor dengan lebih meningkatkan lagi produksi nasional dengan memperhatikan mutu dari kakao tersebut. Pemasaran kakao Indonesia telah mecapai pasar dunia dan cenderung menunjukkan peningkatan setiap tahunnya.
Struktur pasar komoditi kakao global dan nasional terbagi menjadi dua jalur, yaitu pemasaran dalam negeri ke pabrik dan pemasaran ke luar negeri. Gambaran jalur tata niaga kakao di Indonesia dapat dilihat pada bagan dibawah ini. Di dalam mata rantai pemasaran tersebut, sortasi dilakukan oleh pedagang interinsuler/eksportir, sedangkan pengeringan biji kakao dilakukan oleh pedagang pengumpul atau petani.
| PETANI PRODUSEN |
| PABRIK |
| PEDAGANG INTERINSELULER/ EKSPORTIR (PROVINSI) |
| PEDAGANG PENGUMPUL (DESA) |
Keterangan:
Selalu menjual
Kadang-kadang menjual
Pemasaran biji kakao Indonesia telah mencapai pasar Internasional. Sebagian besar biji kakao Indonesia di ekspor ke luar negeri, walaupun sudah ada beberapa industri pengolahan biji kakao menjadi produk setengah jadi. Perkembangan ekspor biji kakao dari Indonesia relatif menunjukkan peningkatan dari tahun ke tahun, sehingga ini merupakan peluang bagi Indonesia untuk dapat memperoleh pendapatan devisa dari komoditi ini. Hal yang sangat menentukan tingkat harga di pasar internasional adalah mutu biji kakao. Oleh sebab itu, yang perlu diperhatikan oleh produsen kakao terutama Indonesia adalah kualitas dari biji kakao yang diekspor.
Kakao merupakan komoditas perdagangan dunia yang penting, namun harganya seringkali berfluktuasi sehingga merugikan negara produsen. Biasanya negara produsen mengekspor biji kakao yang akan disangrai dan giling di negara konsumen. Kakao merupakan salah satu komoditi ekspor unggulan Indonesia dalam menghasilkan devisa negara. Keberadaan Indonesia sebagai produsen kakao utama di dunia menunjukkan bahwa kakao Indonesia cukup diperhitungkan dan berpeluang untuk menguasai pasar global.
Dengan demikian, seiring terus meningkatnya permintaan pasar terhadap kakao maka perlu dilakukan usaha untuk meningkatkan ekspor dengan lebih meningkatkan lagi produksi nasional. Kondisi peluang pasar ini merupakan peluang yang besar pula bagi negara-negara produsen kakao, terutama Indonesia untuk terus meningkatkan produksinya. Tanaman kakao relatif mudah tumbuh di Indonesia dan ini dapat dijadikan salah satu pendorong bagi pemilik modal untuk mulai menerjuni usaha budidaya kakao.
Dalam usaha peningkatan produksi dan ekspor kakao Indonesia harus diiringi dengan peningkatan mutu kakao tersebut, seperti melakukan fermentasi secara baik. Mutu kakao Indonesia perlu mendapat perhatian khusus, sehingga dapat diakui oleh pasar internasional. Dengan meningkatkan mutu, maka harga kakao Indonesia akan dapat lebih bersaing di pasar dunia dan dapat menjangkau pangsa pasar yang lebih luas pula. Di pasar dunia terutama Eropa, mutu kakao Indonesia dinilai rendah karena mengandung keasaman yang tinggi, rendahnya senyawa prekursor flavor, dan rendahnya kadar lemak, sehingga harga kakao Indonesia selalu mendapatkan potongan harga cukup tinggi sekitar 15% dari rata–rata harga kakao dunia. Pengembangan investasi perkebunan kakao dapat memberikan dampak positif untuk pertumbuhan sektor-sektor industri lainnya. Dalam usaha budidaya kakao ini akan banyak membutuhkan bahan, seperti pupuk, pestisida, dan alat-alat pertanian sehingga dapat meningkatkan industri pupuk, pestisida, dan alat-alat pertanian tersebut. Selanjutnya, hasil perkebunan kakao yang berupa biji kakao dapat pula memaju perkembangan usaha pengolahan biji kakao menjadi kakao bubuk, pasta, dan lain-lain. Dengan munculnya berbagai usaha industri maka akan membutuhkan tenagakerja, sehingga akan memberi dampak positif karena berkurangnya jumlah pengangguran.
Disamping itu selain kakao memberi keuntungan bagi negara sebagai komoditi ekspor, juga memeberi manfaat bagi petani coklat itu sendiri karena perkebunan kakao dalam skala besar akan mampu menyerap tenaga kerja yang cukup banyak, mulai dari tahap persiapan lahan, sampai pasca panen. Dengan demikian, akan memberikan dampak positif terhadap penduduk yang memiliki lahan kebun coklat. Selain itu, akan dapat meningkatkan pendapatan petani, di mana nantinya akan dapat meningkatkan kesejahteraan petani bersangkutan. Sejalan dengan meningkatnya pendapatan petani, jika ini disertai dengan pengembangan sarana pendidikan dan sarana kesehatan, akan membantu peningkatan pendidikan dan kesehatan masyarakat setempat.
B. Potensi Coklat / Kakao Untuk Kewirausahaan
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) dapat dicatat bahwa baru ada 0,18% penduduk Indonesia yang berpotensi sebagai pengusaha atau wirausahawa. Nilai terseburt tergolong sangat rendah dibandingkan dengan bahwa sebuah negara akan maju dan berkembang pesat jika minimal 2% dari total penduduknya adalah wirausahawan, yang berarti Indonesia masih membutuhkan sekitar4,07 juta wirausahawan untuk membangun perekonomian yang maju dan mampu mensejahterahkan rakyatnya.
Dalam mengembangkan kewirausahaan kita bisa mengidentifikasi dan menganalisa kondisi faktual potensi sumber daya lokal yang ada di daerah tersebut, misalnya di indonesia yang merupakan daerah tropis dan sebagian penduduknya adalah petani salah satunya adalah petani coklat, dan coklat merupakan salah satu komoditas pertanian/perkebunan yang ada di Indonesia. Tetapi komoditas tersebut hanya dijual mentah yang biasa dipasok ke pedagang-pedagang.
Wirausaha harus ditanamkan sejak dini karena kalau tidak maka potensi apapun tidak bisa dibuat menjadi manfaat. Prinsipnya wirausaha itu adalah kemampuan untuk mengkreasikan, mendesain sebuah manfaat dari apapun. Seorang yang memiliki jiwa wirausaha melihat batu misalnya bisa punya nilai jual. Tapi orang jahil yang tidak memiliki jiwa wirausaha jika melihat batu mungkin hanya akan diapakai untuk melempar orang, inilah bedanya.
C. Proses Pengolahan kakao menjadi produk usaha yang menggiurkan.
Biji Kakao adalah bahan utama pembuatan bubuk kakao (coklat), bubuk kakao adalah bahan dalam pebuatan kue, es krim, makanan ringan, susu dll. Atau dalam bahasa keseharian masyarakat kita menyebutnya coklat. Karakter rasa coklat adalah gurih, dengan aroma yang khas sehingga disukai banyak orang khususnya anak-anak dan remaja.
Secara umum proses pengolahan biji kakao menjadi coklat melalui beberapa tahapan proses. Berikut ini proses pengolahan biji kakao menjadi coklat. Tahapan proses ini merupakan tahapan umum dalam pengolahan biji kakao menjadi coklat.
· Langkah 1, Biji kakao dibersihkan untuk menghilangkan semua bahan yang asing.
· Langkah 2, Biji kakao selanjutnya akan dipanggang/disangrai untuk membawa keluar rasa coklat dan warna biji (roasted) dengan memperhatikan suhu, waktu dan tingkat kelembaban pada saat penyangraian (roasted).
· Langkah 3, Sebuah mesin penampi (winnowing machine) akan digunakan untuk memisahkan kulit biji dan biji kakao.
· Langkah 4, Biji kakao kemudian akan mengalami proses alkalisasi, biasanya menggunakan kalium karbonat, untuk mengembangkan rasa dan warna.
· Langkah 5, Setelah di alkalisasi, biji kakao kemudian memasuki proses penggilingan untuk membuat cocoa liquor (kakao partikel tersuspensi dalam cocoa butter). Suhu dan tingkat penggilingan bervariasi sesuai dengan jenis mesin penggilingan yang digunakan dan produk yang akan dihasilkan.
· Langkah 6, Setelah biji kakao menjadi cocoa liquor, biasanya produsen akan menambahkan bahan pencampur, seperti kacang untuk menambah citra rasa coklat. Umumnya menggunakan lebih dari satu jenis kacang dalam produk mereka, yang dicampur bersama-sama dengan formula yang dibutuhkan.
· Langkah 7, Tahapan selanjunya adalah mengekstrak the cocoa liquor dengan cara dipress/ditekan untuk mendapatkan lemak coklat (cocoa butter) dan kakao dengan massa padat yang disebut cocoa presscake. Persentasi lemak kakao yang dipress disesuaikan dengan keinginan produsen sehingga komposisi lemak coklat (cocoa butter) dan cocoa presscake berbeda-beda.
· Langkah 8, Pengolahan sekarang menjadi dua arah yang berbeda. Lemak coklat akan digunakan dalam pembuatan coklat. Sementara cocoa presscake akan dihaluskan menjadi coklat dalam bentuk bubuk.
· Langkah 9, Lemak coklat (cocoa butter) selanjutnya akan digunakan untuk memproduksi coklat melalui penambahan cocoa liquor. Bahan-bahan lain seperti gula, susu, pengemulsi agen dan cocoa butter ditambahkan dan dicampur. Proporsi bahan akan berbeda tergantung pada jenis cokelat yang dibuat.
· Langkah 10, Campuran kemudian mengalami proses pemurnian sampai pasta yang halus terbentuk (refining). Refining bertujuan meningkatkan tekstur dari coklat.
· Langkah 11, Proses selanjutnya, conching, untuk mengembangkan lebih lanjut rasa dan tekstur coklat. Conching adalah proses menguleni atau smoothing. Kecepatan, durasi dan suhu conching akan mempengaruhi rasa. Sebuah alternatif untuk conching adalah proses pengemulsi menggunakan mesin yang bekerja seperti pengocok telur.
· Langkah 12, Campuran ini kemudian melewati pemanasan, pendinginan dan proses pemanasan kembali. Hal ini mencegah perubahan warna dan lemak coklat dalam produk tersebut. Hal ini untuk mencegah perubahan warna dan melelehnya coklat dalam produk.
· Langkah 13, Campuran ini kemudian dimasukkan ke dalam cetakan atau digunakan untuk pengisi enrobing dan didinginkan di ruang pendingin.
· Langkah 14, Cokelat ini kemudian dikemas untuk distribusi ke outlet ritel.
Biji buah coklat/kakao yang telah difermentasi dijadikan serbuk yang disebut sebagai coklat bubuk. Coklat ini dipakai sebagai bahan untuk membuat berbagai macam produk makanan dan minuman. Buah coklat/kakao tanpa biji dapat difermentasi untuk dijadikan pakan ternak. Biji kakao merupakan sumber ekonomi kakao. Dari biji kakao tersebut, dapat diproduksi empat jenis produk kakao setengah jadi yaitu: cocoa liquor, cocoa butter, cocoa cake and cocoa powder dan cokelat. Walaupun pasar untuk cokelat merupakan konsumen terbesar dari biji kakao, produk kakao setengah jadi seperti cocoa powder dan cocoa butter, namun dapat juga digunakan untuk keperluan lain.
Cocoa powder umumnya digunakan sebagai penambah citarasa pada biscuit, ice cream, minuman susu dan kue. Sebagian lagi juga digunakan sebagai pelapis permen atau manisan yang dibekukan. Cocoa powder juga dikonsumsi oleh industri minuman seperti susu cokelat. Selain untuk pembuatan cokelat dan perment, kakao butter juga dapat digunakan pembuatan rokok, sabun dan kosmetika. Secara tradisional juga dapat menyembuhkan luka bakar, batuk, bibir kering, demam, malaria, rematik, digigit ular dan luka. Juga dapat digunakan sebagai antiseptik dan diuretic.
D. Coklat sebagai usaha rumahan yang menggiurkan.
Jika ditelaah lebih dalam usaha skala kecil dan rumah tangga dapat menjadi salah satu tumpuan bagi masyarakat untuk mendapatkan sumber penghidupannya. Oleh karena itu, masyarakat harus didukung dengan tindakan-tindakan yang nyata dan berkelanjutan dalam mengembangkan usaha skala kecil dan rumah tangga.
Untuk memulai sebuah usaha memang tidak selalu membutuhkan modal yang besar. Jika telah memiliki keinginan, keyakinan dan rencana yang matang, maka segeralah bertindak untuk mewujudkannya. Dengan kreatifitas dan ketekunan, kita bisa menyulap hobi, keterampilan atau bakat menjadi bisnis rumahan yang bisa mendatangkan uang yang cukup lumayan. Di dalam dunia entrepreneurship ada satu pedoman bahwa untuk memulai bisnis tak selalu diperlukan modal besar. Modal besar bukan faktor utama, akan tetapi kerja keras, ketekunan, silaturahmi dan keseriusan itulah modal awal untuk merintis bisnis rumahan. Sehingga usaha tersebut dapat terus berkembang.
Langkah awal memulai bisnis rumahan tak beda jauh dengan bisnis pada umumnya. Hal pertama yang perlu ditentukan adalah jenis usaha apa yang akan dilakukan, salah satu jenis usaha bisnis yang dapat mendapatkan keuntungan adalah usaha mengolah coklat menjadi olahan yang enak dimakan. Siapa yang tidak suka dengan kue coklat, hampir semua jenis makanan yang terbuat atau dilapisi coklat orang menyukainya. Sebuah ide bisnis muncul karena sebenarnya bisnis kue coklat tidaklah mahal seperti yang kita bayangkan.
Ide bisnis Coklat rumahan ini bisa dijalankan oleh siapa saja terutama ibu rumah tangga dengan peralatan yang tidak terlalu banyak. Selain itu dengan mengkonsumsi coklat, tubuh mampu menghasilkan antioksidan yang dapat membantu mencegah serangan jantung dan mempertahankan daya tahan tubuh. Selain itu, karbohidrat yang dibentuk senyawa kimia dalam coklat menghasilkan serotonin, yang membantu stimulasi otak sehingga kita merasa santai dan juga tenang.
Coklat yang merupakan bahan makanan yang berasal dari kakao pada umumnya sering diberikan sebagai hadiah atau pemberian pada hari-hari istimewa dengan bentuk, rasa dan corak yang unik. Coklat juga sering digunakan sebagai ungkapan rasa terima kasih, simpati atau prihatin hingga pernyataan cinta.
Di Indonesia sendiri coklat hanya dapat di temui di supermarket atau mini market saja yang di buat oleh perusahaan besar. Namun, seiring berjalannya waktu, banyak sekali sekarang orang yang membuat coklat buatan sendiri di rumah. Alasannya, para pengusaha coklat ini adalah pecinta coklat lalu mengkreasikan hobbinya memakan coklat untuk berbisnis dengan kreatifitas dan imajinasi mereka masing-masing.
Tak sedikit pula para pengusaha ini mengawali bisnisnya karena iseng, melihat pangsa pasar di Indonesia sangat banyak yang menyukai coklat. Yang membuat bisnis coklat ini berjalan adalah kejenuhan yang dirasakan para penikmat coklat yang bosan dengan rasa coklat yang di jual di pasaran dan dengan bentuk dan isi colat yang hanya dikreasikan dengan konsep yang itu-itu saja.
Bentuk-bentuk coklat buatan rumah tidak kalah menarik dengan coklat-coklat yang dibuat oleh perusahaan besar, begitupun rasanya tak perlu di ragukan lagi. Keunikan bentuk merupakan hal yang sangat penting bagi pengusaha home made coklat itu sendiri. Dengan bagaimana cara mengkreasikan imajinasinya untuk memarik minat para konsumen.
Berbeda dengan coklat yang sudah ada di pasaran yang dibuat oleh perusahaaan-perusahaan coklat besar di Indonesia. Coklat buatan tangan lebih variatif baik dari bentuk, rasa, maupun isi dari coklat tersebut yang dapat dikreasikan dengan buah-buahan dan kacang-kacangan ataupun dengan bahan-bahan yang sering ditemui dalam keseharian.
Disamping itu, tak perlu khawatir dengan masalah harga, karena harga yang ditawarkan jauh lebih ekonomis dibandingkan harga coklat pada umumnya dan tidak usah khawatir dengan kesehatan karena tidak menggunakan bahan pengawet. Omzet yang di dapat dari bisnis ini tidak perlu diragukan, selama masih bisa mengasah kreatifitas dan imajinasi tidak perlu takut untuk mengalami kerugian dan kalah bersaing dengan pengusaha lainnya.
Beberapa Pengetahuan dan ketrampilan dalam mengolah coklat yang perlu diketahui sebagai langkah awal untuk bisnis coklat rumahan adalah sebagai berikut:
· Ketrampilan mengemas coklat menjadi produk yang menarik dan unik.
· Ketrampilan membuat coklat dengan aneka bentuk yang inovatif.
· Ketrampilan mengolah coklat yang enak, misalnya dengan mencampur berbagai jenis coklat menjadi rasa yang unik
· Ketrampilan menghias coklat dengan berbagai macam hiasan dari kue seperti meses, kacang, rise crispy dan sebagainya
Disamping itu modal yang dibutuhkan dalam pengolahan coklat dalam bisnis skala rumahan antara lain:
· Cetakan coklat untuk menghadirkan berbagai jenis bentuk coklat.
· Tempat produksi atau dapur. Memulai bisnis ini bisa dimulai didapur sendiri. Walaupun demikian, sebaiknya dapur ditata sedemikian rupa untuk memudahkan proses produksi.
· Modal finansial. Tidak dibutuhkan dana yang terlalu besar untuk menjadi produsen coklat. Dana tersebut salah satunya digunakan untuk membeli bahan baku coklat. Kejelian mencari bahan baku berkualitas dengan harga yang murah dibutuhkan untuk menekan biaya produksi yang akhirnya berimbas pada harga jual yang kompetitif.
E. Pengembangan Pengelolaan Pangsa Bisnis Coklat Sebagai Peluang Usaha.
Untuk menjalankan peluang bisnis ini tidaklah sulit, yang perlu dipersiapkan adalah modal. Beberapa modal yang dibutuhkan antara lain:
· Bahan baku cokelat yang berkualitas dan
· Peralatan untuk memproduksi cokelat.
· Selain itu kemauan dan ketrampilan untuk mengkreasikan cokelat, juga menjadi modal utama yang wajib kita miliki.
Secara garis besar, proses produksi cokelat sangatlah mudah. Biasanya pelaku usaha menggunakan jenis dark cokelat, white cokelat, dan cokelat susu, sebagai bahan bakunya. Proses pembuatan kreasi cokelat dimulai dari mengencerkan cokelat dengan cara ditim, selanjutnya cokelat yang sudah encer dimasukan kedalam berbagai cetakan unik yang telah disiapkan. Untuk membekukannya, kita bisa memasukan cokelat-cokelat ke dalam almari es selama 15 menit.
Dan agar produk kita semakin cantik dan menarik, kita juga bisa menambahkan pewarna makanan dan aroma rasa tertentu pada cokelat yang kita produksi. Misalnya saja rasa stroberi, anggur, lemon, dan mint. Terakhir, kemas cokelat dengan kemasan produk yang unik, seperti toples berbentuk hati, bunga, kotak, dan dilengkapi dengan hiasan pita.
Bisnis cokelat cocok dijadikan sebagai peluang usaha baru, sebab semakin hari peminat cokelat terus meningkat. Sehingga peluang pasarnya juga semakin besar. Proses produksi cokelat juga relatif mudah, jadi semua orang bisa mencoba bisnis ini. Disamping itu bisnis cokelat juga tidak membutuhkan modal besar, sebagai alternatif skala industri rumahan kita bisa menggunakan peralatan produksi dengan alat rumah tangga yang ada dirumah.
Beberapa alasan mengapa perlu mengembangkan usaha coklat sebagai suatu bisnis atau peluang usaha adalah:
· Modal investasi sangat kecil, hanya cukup membeli bahan yang sudah ada dijual dipasaran, dan harga yang bisa disesuaikan dengan jenis usaha yang akan dibuat.
· Keuntungannya sangat menjanjikan.
· Pengerjaanya sangat mudah dan tidak ribet
· Target penjualan dan pasarnya mudah serta luas, disukai anak–anak sampai orang tua
· Bisnis jangka panjang (Tidak bersifat usaha musiman)
· Tidak ada bagi hasil (Keuntungan 100% milik anda)
· Bebas biaya Franchise Fee
Kesuksesan usaha baru ini terletak pada kreativitas dan inovasi produk yang ditawarkan. Dengan menciptakan cokelat dengan aneka bentuk dan rasa, maka minat konsumen akan semakin meningkat. Untuk itu tingkatkan kemampuan kita untuk menciptakan aneka cokelat yang unik dan tidak kalah enak dengan cokelat impor. Selain itu berikan harga yang bersaing dan dapat dijangkau oleh semua kalangan. Agar produk kita bisa dinikmati oleh semua lapisan masyarakat.
F. Strategi Pemasaran Bisnis Dan Kemungkinan Hambatan Dalam Usaha Coklat.
Minat konsumen akan cokelat, memang tidak perlu ditanyakan lagi. Segala menu makanan maupun minuman yang menggunakan cokelat, banyak digemari masyarakat dan selalu laris manis dipasaran. Peluang inilah yang dimanfaatkan oleh sebagian orang, sehingga mereka memilih cokelat sebagai usaha baru yang cukup menguntungkan.
Walaupun sudah banyak produk cokelat import yang beredar dipasaran, namun produk cokelat dalam negeri yang dibentuk dengan cetakan unik dan menarik berhasil merebut hati masyarakat luas. Dengan menawarkan produk cokelat yang dikreasikan seunik mungkin dan dikemas menggunakan kemasan yang menarik, kita bisa bersaing dengan cokelat-cokelat import yang selama ini menguasai pasar.
Sebagian besar masyarakat menyukai makanan manis ini, bukan hanya anak-anak saja. Tapi cokelat juga disukai oleh anak muda, orang dewasa sampai orang tua, baik pria maupun wanita. Bukan hanya itu saja, saat ini cokelat banyak digunakan sebagai souvenir atau bingkisan dihari-hari special (contohnya saat perayaan hari besar agama, ulang tahun, dll). Melihat banyaknya peminat cokelat dan luasnya potensi pasar, maka tak salah lagi bila kita menjadikan cokelat sebagai peluang usaha baru.
Untuk mengenalkan usaha baru, kita bisa menggunakan strategi pemasaran melalui pameran-pameran yang sering diadakan di kota kita. Selain itu pemasaran juga bisa dilakukan dengan menitipkan produk cokelat tersebut di toko-toko kue, atau di supermarket yang ada di sekitar kita. Bila perlu buatlah brosur atau pamflet untuk produk cokelat kita, cantumkan pula layanan terima pesanan sesuai keinginan konsumen. Agar konsumen tertarik dan berminat membeli cokelat kita. Strategi bisnis yang dilakukan antara lain:
· Perdalam kemampuan membuat coklat dengan mengikuti kursus.
· Ikuti berbagai pameran yang akan mendongkrak penjualan produk-produk coklat kita.
· Kuasai resep coklat pilihan dan jadikan coklat tersebut andalan usaha kita.
· Jaga kebersihan dapur dan peralatan membuat coklat sehingga kita dapat menjamin kualitas bahan baku coklay yang akan diolah.
· Siapkan aneka foto coklat atau sampel coklat untuk dicicipi jika kita berniat menawarkan coklat ke perusahaan-perusahaan atau masyarakat luas.
· Kemas coklat dengan bentuk unik dan menarik jika ingin mempromosikannya disupermarket.
· Analisa Bisnis
Penggunaan teknologi seperti internet, juga bisa membantu kita untuk mengenalkan produk kreasi cokelat hingga berbagai daerah. Pemasaran online yang bisa digunakan antara lain membuat website atau blog untuk membuka toko online tentang cokelat. Sehingga kita dapat menjangkau peluang pasar yang lebih luas. Berikut ini beberapa target pemasaran coklat antara lain :
· Sekolahan/kampus
· Mall/toserba
· Pasar ( pasar tradisional / pasar mingguan dll )
· Tempat - tempat hiburan/rekreasi
· Rumah
· Acara di gedung, bisa pernikahan, sunatan atau ultah pesta , dll
Meski usaha kreasi cokelat ini masih terbilang baru, namun persaingan pasarnya sudah sangat ketat. Ditambah lagi banyak produk cokelat dari luar negeri yang sudah beredar dipasaran, sehingga dibutuhkan inovasi baru untuk memenangkan persaingan pasar. Kendala lainnya yaitu persediaan bahan baku dengan kualitas baik yang masih sangat kurang. Hambatan-hambatan yang bisa ditemui pada bisnis ini antara lain sebagai berikut :
· Ketika memasarkan produk ini ke pasar yang lebih besar, seperti supermarket, akan sedikit menemui kendala. Proses perizinannya lumayan lama, karena itulah diperlukan sedikit kesabaran.
· Hati-hati ketika menyimpan coklat yang sudah jadi, karena coklat sangat rentan menjadi meleleh oleh cahaya matahari dan panas.
· Harga bahan baku coklat bisa mempengaruhi kestabilan usaha. Dimana bahan bakus yang diperlukan adalah bahan baku yang berkualitas. Untuk memperoleh bahan baku yang berkualitas maka proses pengolahannya juga harus baik dan higienis. Kendala dalam bahan baku adalah kondisi cuaca yang tidak menentu, seperti hujan yang akanmengganggu proses penjemuran sehingga untuk memperoleh bahan baku yang baik harusdengan pengolahan yang lebih ekstra.
· Kenaikan harga bahan baku.
· Kenaikan upah tenaga kerja dengan penurunan daya beli masyarakat
· Kerusakan peralatan
Alternative tindakan yang perlu dilakukan agar meminimalisir hambatan-hambatan yang ada dalam memproduksi coklat antara lain sebagai berikut:
· Melakukan kerjasama dengan petani-petani coklat didaerah lain sehingga keperluan akan bahan baku dapat dipenuhi.
· Memperluas daerah pemasaran dengan mendirikan Rumah Coklat didaerah lain
· Memberikan inovasi-inovasi baru baik dari segi kualitas, segi penampilan dan dari segi harga.
· Melakukan perawatan terhadap peralatan produksi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar